Rabu, 04 Januari 2023

 

RESENSI BUKU SEIKHLAS AWAN MENCINTAI HUJAN

Judul

: Seikhlas Awan Mencintai Hujan

Penulis

: patahan.ranting

Penerbit

: PT Bintang Wahyu

Kategori

: Pengembangan Diri

Tahun Terbit

: 2022

Jumlah halaman

: viii + 164 halaman

Ukuran buku

: 13 x 19 cm

Harga buku

: Rp.77.000,00

Cetakan ke

: III

ISBN

: 978-602-6320-83-4

 











Buku bergenre self improvement ini berisi total 62 sajak yang menggambarkan rasa kehilangan dan juga rasa patah hati yang mendalam seseorang kepada orang yang dicintainya dalam waktu lama. Begitu banyak kenangan dalam hubungan mereka namun karena satu alasan orang tersebut pergi meninggalkan pasangannya tersebut. Alih-alih sakit hati dan berdendam hati karena ditinggalkan oleh orang yang dicintainya itu,kita harus mengikhlaskannya untuk pergi dan berdoa agar dia dalam keadaan baik-baik saja dan selalu bahagia dalam hidupnya. Setidaknya itulah yang ingin disampaikan penulis dan ditangkap oleh saya pribadi setelah membaca buku ini.

Tentu sebagai seorang yang sudah cukup dewasa yang pernah menjalin hubungan dengan seseorang pasti akan relate dengan buku ini karena bisa merasakan apa yang dirasakan orang yang diceritakan dalam buku ini. Membaca buku ini seakan kita dibawa ke dalam perasaan yang sangat mendalam ketika orang tersebut sangat mencintai pasangannya, namun orang itu harus pergi dan tentu saja rasa sakit hati itu ada namun penulis mengajak untuk selalu move on dan terus menata hidup kita ke depan.Setidaknya itulah yang saya tangkap setelah membaca buku ini.

Bab favorit saya dalam buku ini adalah pada bab 20 dengan judul "Maaf", terdapat penggalan sajak "Jika bersamaku adalah beban bagimu, pergilah. Kau harus tak harus bertanggung jawab atas patah hatiku. Perihal bagaimana aku setelah ini, kau tak usah peduli. Lukaku bagianku, bahagiamu keinginanku". Seperti yang saya sudah jelaskan di atas, daripada kita sakit hati dan dendam dengan orang yang pernah meninggalkan kita, kita harus ikhlas dan selalu berdoa agar dia selalu bahagia dan tetap dalam keadaan baik-baik saja.

Kelebihan buku: diksi yang digunakan mudah dicerna dan dimengerti. Penulis tidak perlu menggunakan kata-kata kiasan yang berlebihan, dengan menggunakan kata-kata yang sederhana saja dia mampu menyampaikan makna dari tulisannya dengan sangat jelas dan mendalam. Cover buku juga menarik sehingga membuat pembaca tertarik pula membacanya.

Kekurangan buku : kurangnya ilustrasi berupa gambar atau karikatur guna menjelaskan sajak per bab, sehingga isi buku terkesan lebih menarik lagi untuk dibaca. Sajak-sajak yang disajikan per bab agak singkat, harusnya ditambahkan beberapa kata lain yang mewakili isi bab.

 

Seorang manusia yang mencintai sastra , lahir dan dibesarkan di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

0 comments:

Posting Komentar

Hubungi Saya

Telepon :

+628**********

Alamat :

Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur
Indonesia

Email :

fidelnarnia01@gmail.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Resensi Buku "Cinta Tak Kenal Batas Waktu"

Judul : Cinta Tak Kenal Batas Waktu Penulis : Wulan Murti Penerbit : Senja ...