Welcome !

Perkenalkan Saya Fidelis Satrio Laba Pelajar/Mahasiswa Suka Berpetualang

Hasil Karyaku

Tentang Saya

Mahasiswa
Introvert Ekstrovert
Petualang
Tentang Saya

Fidelis Satrio Laba

Mahasiswa PBSI Unika Santu Paulus Ruteng

Seorang manusia yang mencintai sastra , lahir dan dibesarkan di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sekarang berstatus sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Bercita-cita menjadi seorang pendidik yang bahagia mampu menularkan ilmu yang didapat kepada peserta didik agar kelak menjadi pemuda/i yang berguna bagi nusa dan bangsa. Aminnnnn..

Jenis Postingan

Puisi

Ada berbagai tulisan puisi yang kubuat sendiri mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua

Pantun

Pantun adalah salah satu jenis budaya sastra lama di Indonesia yang wajib dilestarikan

Kata Mutiara

Kata-kata indah berisi motivasi, sajak, ataupun sekadar perasaan yang aku alami tiap hari

Tulisan lainnya

Tulisan lain yang menginspirasi mulai dari resensi buku, novel, feature, dan lain sebagainya hasil karyaku. Semoga bermanfaat

Hasil Karyaku

Resensi Buku "Cinta Tak Kenal Batas Waktu"

Judul

: Cinta Tak Kenal Batas Waktu

Penulis

: Wulan Murti

Penerbit

: Senja

Kategori

: Novel

Tahun Terbit

: 2016

Jumlah halaman

: 212 halaman

Ukuran buku

: 13 x 19 cm

Harga buku

: Rp. 33.200,00

Cetakan ke

: Pertama

ISBN

: 978-602-391-091-5

 



Candra dan Fabian pada awalnya sepasang kekasih yang bertekad ingin membuktikan pada orang-orang meskipun berbeda keyakinan mereka mampu membangun hubungan percintaannya dengan baik. Ya, mereka berdua adalah pasangan yang berbeda keyakinan dan berbeda budaya pula, Fabian berbudaya Tionghoa dan Candra berasal dari Jawa. Namun kesemuanya itu tidak menghalangi mereka untuk tetap bersama. Bahkan dari hari ke hari hubungan mereka kian kuat. Hingga pada akhirnya suatu peristiwa yang membuat mereka berdua harus berpisah, bukan karena keduanya memiliki hubungan dengan yang lain , namun karena tokoh laki-laki (Fabian) meninggal dunia. Hal ini menampar keras batin Candra dan membuat Candra tenggelam dalam kesedihan yang mendalam. Tentu saja kita dapat bersimpati dengan perasaan Candra, apalagi kalau kita membayangkan berada pada posisinya, betapa sedih hatinya apalagi kekasihnya yang selama ini dicintainya pergi meninggalkannya dan tak akan pernah kembali lagi sampai kapan pun.

Novel ini juga menceritakan perjuangan Candra dalam melawan kesedihan dan kegalauannya sendiri setelah kepergian Fabian. Dalam perjalanannya pun akan dijumpai tokoh-tokoh lain yang berusaha memberikan kekuatan pada Candra agar segera move on dan mengikhlaskan kepergian kekasihnya itu, seperti tokoh Joseph dan Marlin yang adalah sahabat Candra, dan juga orang tua Fabian yaitu Ibu Rasmi dan Bapak Arga. Mereka memiliki peran yang cukup penting dalam cerita ini demi menyemangati Candra dalam menata hidupnya kembali setelah kepergian kekasihnya, Fabian. Hingga seiring berjalannya waktu Candra sadar bahwa ia harus ikhlas atas kepergian Fabian dan berusaha menata hidupnya kembali dengan lebih baik,termasuk hubungan percintaannya.

Dari novel ini saya belajar cinta tidak akan pernah memandang latar belakang apapun, apa statusmu, dari mana asalmu, kalau kamu cinta seseorang ya itulah cinta, tidak bisa dipaksakan ataupun dihindari , karena kalau kita sudah mencintai akan ada jalan yang terbuka sehingga perbedaan-perbedaan tadi tidak akan menjadi penghalang lagi.

Kelebihan buku : kisah yang dibahas cukup menarik dan anti-mainstream, sehingga menarik untuk dibaca dan diikuti.

Kekurangan buku : ending yang membingungkan, dan cover buku yang terlalu penuh sehingga judul novel sendiri tertutup oleh ilustrasi yang terlalu banyak di cover.

Pancasila: Pilar Kebangkitan Bangsa



Tanggal 1 Juni yang diperingati sebagai Hari Pancasila, adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merayakan dan merefleksikan nilai-nilai yang menjadi fondasi keberadaan negara ini. Pancasila, sebagai falsafah negara, tidak hanya menjadi semangat bagi generasi masa lampau, tetapi juga harus menjadi pijakan yang kokoh bagi pemuda Indonesia, harapan masa depan, dalam membangun dan mengawal keutuhan dan kemajuan bangsa. Sebagai pilar kebangkitan bangsa, Pancasila memancarkan cahaya keadilan, persatuan, dan kesejahteraan.

Pertama-tama, Pancasila membangun landasan yang kokoh bagi persatuan bangsa Indonesia. Dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "Berbeda-beda namun tetap satu juga", Pancasila menegaskan pentingnya menghargai perbedaan dalam masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Hal ini mengajarkan kepada pemuda Indonesia untuk menerima dan menghormati keragaman budaya, agama, suku, dan bahasa sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dipertahankan.

Kedua, Pancasila mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip keadilan sosial, yang menjadi salah satu poin dalam Pancasila, menuntut pemerataan kesempatan dan pembagian hasil pembangunan secara adil bagi semua lapisan masyarakat. Hal ini memanggil pemuda Indonesia untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam memerangi ketidakadilan, termasuk kesenjangan ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap layanan kesehatan.

Ketiga, Pancasila menjunjung tinggi nilai demokrasi dan keterlibatan aktif rakyat dalam proses pembangunan negara. Pancasila menegaskan bahwa kekuasaan tertinggi ada pada rakyat, dan pemerintah bertanggung jawab untuk melayani kepentingan rakyat. Oleh karena itu, pemuda Indonesia diharapkan menjadi pelopor dalam memperkuat partisipasi politik dan sosial, serta mengawal proses demokratisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam merayakan Hari Pancasila, kita juga menatap masa depan dengan harapan besar kepada pemuda Indonesia. Harapan tersebut adalah agar mereka menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai semangat yang menggema setiap tanggal 1 Juni, tetapi juga sebagai pedoman hidup dalam setiap tindakan dan keputusan mereka. Pemuda Indonesia diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan mengawal bangsa menuju arah yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, pemuda Indonesia dapat menjadi kekuatan yang mendorong kebangkitan bangsa. Mereka adalah generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memperjuangkan keutuhan, keadilan, dan kesejahteraan bangsa. Semoga setiap generasi pemuda Indonesia dapat menjalani peran dan misi tersebut dengan penuh kesadaran, keberanian, dan integritas, sehingga Indonesia terus bersinar sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Selamat Hari Pancasila!

Resensi Buku "Langit Jingga di Acapulco"

Judul

: Langit Jingga di Acapulco

Penulis

: Triya Elmor

Penerbit

: de TEENS

Kategori

: Novel

Tahun Terbit

: 2015

Jumlah halaman

: 300 halaman

Ukuran buku

: 13 x 19 cm

Harga buku

: Rp.33.200,00

Cetakan ke

: Pertama

ISBN


: 978-602-255-953-5









Novel ini pada intinya mengisahkan hubungan cinta dalam persahabatan. Terdapat tiga tokoh utama yaitu Mia, Reza, dan Kevin. Mia dan Reza sebelumnya adalah sepasang kekasih dan diam-diam Kevin juga memendam perasaan suka pada Mia dan mereka bertiga adalah sahabat.

Cerita bermula ketika secara tiba-tiba Reza memutuskan hubungannya dengan Mia tanpa alasan yang jelas ( pada awalnya ) sehingga membuat Mia geram dan tidak mau berhubungan lagi dengan Reza. Persahabatan yang semula terjalin pun akhirnya sedikit retak karena Kevin merasa iba pada Mia. Namun pada beberapa bab sebelum ending dijelaskan perasaan Reza bahwa dia masih cinta dengan Mia,namun karena suatu hal dia terpaksa memutuskan hubungan dengannya. Sehingga hal ini yang membuat pembaca kesal pada tokoh Reza sekaligus penasaran alasan Reza memutuskan hubungannya dengan Mia secara sepihak itu. Hingga pada akhirnya penulis menjelaskan di akhir cerita alasan tersebut yang berhubungan dengan kejadian masa lalu Adry, ayah Reza dengan ibunya Mia bernama Kirana yang tidak mengenakan. Sehingga membuat Reza memilih untuk mengakhiri hubungan dengan Mia.

Dari novel ini saya secara pribadi dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus bertanggung jawab atas semua yang kita lakukan agar semua berjalan dengan baik dan tidak ada pihak yang dirugikan. Seperti sikap Adry yang tidak bertanggung jawab atas tindakannya di masa lalu sehingga merugikan banyak pihak. Selain itu lewat novel ini saya belajar bahwa pasti ada suatu alasan yang mendasari tiap orang melakukan sesuatu, entah itu alasan yang baik ataupun buruk, apalagi yang dilakukan secara sepihak, maka dari itu kita tidak perlu emosi terlebih dahulu, kita harus mencari terlebih dahulu alasan tersebut sehingga hubungan kita masih dapat berakhir baik tidak menciptakan permusuhan. 

Kelebihan buku : ceritanya menarik, penulis mampu membangun rasa kebencian pada tokoh Reza, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami dan dimengerti, cover buku yang menarik dan kekinian.

Kekurangan buku : latar waktu yang terlalu  banyak membuat pembaca agak kesulitan menentukan waktu persis suatu peristiwa, penulis terlalu bertele-tele dalam menjelaskan alasan di balik tokoh Reza yang mengambil tindakan sepihak tersebut, sudut pandang orang yang digunakan juga terlalu banyak sehingga membuat pembaca bingung.



Jejak Naga: Petualangan di Pulau Komodo

Tahun 2023 silam mungkin merupakan salah satu waktu paling berkesan sepanjang hidup saya. Saat itulah saya berkunjung ke salah satu pulau paling terkenal dengan reptil purbanya yang fenomenal itu. Tempat itu tak lain adalah Pulau Komodo di Labuan Bajo. Mengunjungi Pulau Komodo ini adalah sebuah petualangan yang tak terlupakan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, saya disambut oleh keindahan alam yang menakjubkan dan atmosfer yang begitu khas. Pulau Komodo, yang terletak di Taman Nasional Komodo di Indonesia, bukan hanya tempat tinggal bagi komodo, hewan purba yang terkenal, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman alam yang luar biasa.

Saat menjelajahi pulau ini, saya merasakan keajaiban alam yang menghampar di sekeliling saya. Hutan tropis yang hijau memikat mata, sementara suara riuh rendah dari burung dan hewan-hewan lainnya menambahkan nuansa magis pada petualangan saya. Setiap langkah yang saya ambil di pulau ini terasa seperti sebuah petualangan yang epik.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat saya berjumpa langsung dengan komodo, reptil raksasa yang menjadi ikon pulau ini. Melihat komodo berkelana di habitat aslinya memberi saya pengalaman yang tak terlupakan. Kehadiran mereka di alam liar mengingatkan saya akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Tidak hanya keindahan alamnya, tetapi Pulau Komodo juga menawarkan berbagai kegiatan petualangan lainnya. Saya memiliki kesempatan untuk melakukan tracking melintasi padang rumput yang luas, berkunjung ke Pulau Padar dan Pink Beach yang fenomenal itu, serta menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau. Setiap momen di Pulau Komodo terasa seperti sebuah petualangan yang mengasyikkan. Tidak hanya itu, interaksi dengan penduduk setempat juga memberikan warna tersendiri pada pengalaman saya di Pulau Komodo. Mereka ramah dan hangat, serta memiliki banyak cerita dan pengetahuan tentang pulau ini yang mereka bagikan dengan sukarela.

Saat meninggalkan Pulau Komodo, saya membawa pulang kenangan yang tak terlupakan dan pengalaman yang mendalam. Perjalanan ini mengajarkan saya banyak hal tentang keindahan alam dan pentingnya menjaga lingkungan. Pulau Komodo bukan hanya destinasi wisata biasa, tetapi juga sebuah tempat yang menginspirasi dan merubah hidup. Saya pasti akan kembali suatu hari nanti untuk menjelajahi lebih banyak lagi keajaiban yang ditawarkan oleh pulau ini.

Waisak: Merayakan Kesadaran dan Keterhubungan Antar-manusia

Hari Raya Waisak merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama, pendiri agama Buddha. Hari Raya Waisak merayakan kelahiran Siddhartha Gautama di Lumbini, Nepal, yang kemudian menjadi Buddha Gautama, sang Pencerah.

Pada hari Waisak itu dikenanglah peristiwa di mana Siddhartha Gautama mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi, setelah melakukan meditasi yang panjang. Hari Waisak juga berarti hari di mana Buddha Gautama meninggalkan dunia fana di usia 80 tahun, setelah mengajar dan memberi contoh tentang jalan menuju pencerahan.

Selama Hari Raya Waisak, umat Buddha melakukan berbagai kegiatan keagamaan, seperti persembahan kepada Buddha, meditasi, pembacaan ajaran suci, dan pertemuan keagamaan. Mereka juga sering mengadakan prosesi keliling candi atau stupa, serta memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan selamat Hari Raya Waisak bagi umat yang merayakan. Mudah-mudahan kehidupan kita diterangi oleh cahaya kebijaksanaan dan kedamaian yang dipersembahkan oleh Buddha. Dan semoga kita bersama-sama selalu menebarkan kasih sayang, kebaikan, dan perdamaian kepada semua makhluk hidup di dunia ini.

Pentakosta Bagi Umat Kristen

Hari Pentakosta, yang juga dikenal sebagai Hari Turunnya Roh Kudus, adalah salah satu momen paling penting dalam kalender Kristen. Perayaan ini memperingati peristiwa Pentakosta yang terjadi lima puluh hari setelah Paskah, ketika Roh Kudus turun ke atas para murid Yesus yang berkumpul di Yerusalem.

Sejarah Pentakosta dapat ditelusuri kembali ke Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, khususnya dalam Kitab Kisah Para Rasul. Pada Hari Pentakosta, para murid Yesus, yang berkumpul bersama dalam sebuah ruangan, tiba-tiba didatangi oleh kuasa Roh Kudus. Roh Kudus turun atas mereka dalam bentuk lidah-lidah api, dan mereka mulai berbicara dalam berbagai bahasa yang mereka tidak pelajari sebelumnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk memberitakan Injil dengan berani kepada orang-orang dari berbagai bangsa yang hadir di Yerusalem saat itu.

Peristiwa Pentakosta ini sangat penting karena menandai awal dari pengajaran dan penyebaran Injil secara global. Roh Kudus memberi kekuatan kepada para murid Yesus untuk menjadi saksi-saksi Kristus di seluruh dunia, sebagaimana yang disabdakan oleh Yesus sebelumnya.

Makna Pentakosta bagi umat Kristen modern adalah pengingat akan pentingnya Roh Kudus dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Roh Kudus dianggap sebagai penghibur, penolong, dan pembimbing bagi setiap orang percaya, membantu mereka untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan memberikan karunia-karunia rohani untuk melayani dalam gereja dan masyarakat.

Dalam merayakan Hari Pentakosta, umat Kristen biasanya berkumpul bersama untuk ibadah khusus, mengambil bagian dalam doa-doa dan puji-pujian, serta memperdalam pemahaman mereka tentang pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan pribadi dan kehidupan gereja. 

Akhirnya, saya ucapkan selamat hari raya Pentakosta khususnya bagi umat Kristen yang merayakan. Semoga Roh Kudus senantiasa memimpin dan menguatkan kita dalam segala perjalanan iman kita di dunia. Amin. 

Selamat Ulang Tahun Unika !

Puisi ini saya tulis sebagai ucapan ulang tahun untuk Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng yang ke-65. Tetaplah menjadi kampus kebanggaan kami semua dan jayalah selalu.. 
Selamat membaca ! 



Unika Ruteng : Simfoni Kebanggaan Untukmu


Dalam jantung ilmu pengetahuan, 
kau berdiri tegak bak mercusuar,
cahayamu menyelimuti mimpi, 
menerangi setiap cita dan harapan. 

Di setiap sudut ruangan terselip kisah, 
pada tiap lorong langkah berpadu, 
dalam pelukanmu kami temukan rumah, 
persahabatan terjalin mimpi terbebas, 
mengukir selalu cerita indah di dalamnya. 

Di bawah naungan atap yang sama, 
kita bertemu, bermimpi, dan berkarya, 
menjalin harmoni dan cinta, 
di setiap pelukan ilmu kita bersatu, 
di sinilah kita tetap bersama selamanya. 

Teruntukmu Unika tercinta,  
kusampaikan selamat bertambah umurmu, 
terima kasih mungkin tak akan cukup, 
hanyalah doa diiringi harapan, 
untuk masa depan yang terang, 
tetaplah menjadi tempat terbaik, 
untuk merajut harmoni ilmu dan cinta. 

Filosofi Pintu

Di tepian senja, 

pintu pun terbuka lebar,

mengundang langkah-langkah untuk berpetualang. 

Pintu kayu yang usang, 

seakan lelah merangkap cerita yang lalu,

saksi bisikan yang mengalir dalam hening.


Di ambang batas tersingkap kisah yang terlupakan,

layaknya halaman-halaman buku yang terbuka.

Pintu, peluang menuju dunia yang tak terduga,

menyimpan misteri dan keajaiban di baliknya.


Namun, setiap pintu punya cerita tersendiri,

menjadi awal dan akhir perjalanan, 

menjadi semua bagian dari takdir.

Ada yang bisa dibuka oleh keberanian,

sementara yang lain tertutup di balik kesepian. 


Di setiap pintu, ada pilihan yang menanti,

Antara bersedia melangkah atau ragu berdiam.

Namun, tiap langkah membuka lembar baru, 

yang membuka kita pada kesempatan,

menjelajahi rahasia dan keajaiban yang ada di hadapan kita.

Selamat Hari Komunikasi Sosial Sedunia

Setiap tanggal 12 Mei diperingati sebagai Hari Komunikasi Sosial Sedunia. Ini adalah kesempatan untuk menghargai peran komunikasi sosial dalam mempererat hubungan antar individu, mempromosikan kesadaran, dan menggerakan tindakan positif. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk merayakan perkembangan teknologi komunikasi yang memungkinkan kita terhubung dengan lebih baik secara global. 


Hari komunikasi sosial kali ini kami rayakan berbeda. Sungguh merupakan pengalaman yang berharga bisa menggelar ibadat misa bersama umat di Gereja Santu Nikolaus Paroki Golodukal Ruteng sekaligus merayakan hari komunikasi sosial sedunia ini. Mahasiswa PBSI Angkatan 2022 Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng hari ini kebetulan dipercayakan untuk menanggung liturgi dalam ibadat misa Minggu di paroki tersebut. Senang rasanya bisa terjun dan merayakan hari komunikasi sosial bersama umat di sana. Saya pribadi berharap hubungan dan kerjasama yang baik ini tidak hanya terjalin dalam satu kesempatan ini saja. Semoga selanjutnya kami dapat terus "berkomunikasi" dan selalu membina hubungan yang erat dengan sesama umat melalui kesempatan kerjasama lainnya pada waktu mendatang.  

Selamat Hari Pendidikan Nasional


2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Hari ini dirayakan untuk menghargai peran pendidikan dalam pembangunan bangsa dan mengenang jasa-jasa tokoh-tokoh pendidikan yang telah berkontribusi pada perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional bermula dari peristiwa penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, yaitu Proklamasi Guru. Pada tanggal 2 Mei 1994, sekitar 200 guru dari berbagai daerah berkumpul di Lapangan Ikada, Jakarta, untuk menyatakan tekadnya menjadi bagian dari gerakan reformasi yang sedang berlangsung di Indonesia saat itu. Mereka menyadari bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam pidato yang dilakukan oleh Drs. H. Abdul Halim, M.Pd., salah satu tokoh gerakan reformasi dalam bidang pendidikan, disebutkan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda dan memajukan bangsa. Oleh karena itu, perayaan Hari Pendidikan Nasional dirayakan setiap tahun pada tanggal 2 Mei sebagai bentuk penghargaan kepada para guru dan tenaga kependidikan di seluruh negeri.

Selama perayaan Hari Pendidikan Nasional, berbagai upacara dan kegiatan dilakukan oleh sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Beberapa kegiatan tersebut meliputi upacara bendera, seminar tentang isu-isu terkini dalam dunia pendidikan, penyerahan hadiah kepada para guru, serta kegiatan-kegiatan kreatif yang melibatkan siswa untuk menunjukkan apresiasi mereka terhadap dunia pendidikan.

Hari Pendidikan Nasional juga menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk merespons tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sistem pendidikan Indonesia saat ini. Hal ini termasuk peningkatan aksesibilitas terhadap layanan pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan para guru.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan : Selamat Hari Pendidikan Nasional! Tentunya harapan kita semua adalah agar pendidikan di Indonesia semakin merata, berkualitas, dan mampu mempersiapkan generasi yang tangguh dan berintegritas.Mari kita terus berjuang untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia demi masa depan yang lebih baik karena hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. 

Resensi Buku


Judul

: Dear Mantan

Penulis

: Rina Kartomisastro

Penerbit

: Senja

Kategori

: Novel

Tahun Terbit

: 2015

Jumlah halaman

: 224 halaman

Ukuran buku

: 13 x 19 cm

Harga buku

:

Cetakan ke

: Pertama

ISBN

: 978-602-255-880-4












Novel ini secara keseluruhan menceritakan tentang kehidupan seorang selebriti terkenal, Alea Pita dalam menjalin hubungan percintaannya, termasuk hubungannya dengan sang mantan yang kembali terjalin. Ada begitu banyak cerita yang disajikan di balik hubungan mereka yang diceritakan penulis, termasuk mengisahkan sosok mantan Alea yang misterius tersebut. Penulis mengisahkan sosok pacar Alea tersebut melalui potongan-potongan cerita dan teka-teki yang membuat pembaca juga tertarik untuk menebak cerita tokoh itu. Malah Alea seperti kembali merasakan keindahan cinta itu ketika dia kembali menjalin hubungannya dengan mantannya, bahkan sampai mengabaikan kariernya bahkan sahabat dan keluarganya demi sang mantan. Pada akhirnya kehidupan Alea yang semula mulus dan baik-baik saja pelan-pelan menjadi berantakan karena kehadiran mantannya itu. Sekalipun endingnya sedih,menurut saya ending tersebut tepat dan merupakan solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi tokoh utamanya.

 Dari novel ini juga saya menjadi tahu seperti apa kehidupan seorang artis beserta gemerlap dan lika-likunya yang sebenarnya tidaklah mudah. Pelajaran yang dapat saya ambil dari novel ini adalah pentingnya belajar dari pengalaman kita sebelumnya sehingga untuk selanjutnya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama dan akhirnya bisa menggapai kesuksesan. Dari novel ini juga kita diajak untuk selalu menghormati dan mengabdi pada orang tua kita bahkan bila kita sudah menjadi orang besar nantinya.

Kelebihan buku : alur cerita yang runtut, pemilihan kata yang menarik dan mudah dipahami, meskipun tema novelnya cukup sederhana namun penulisnya dapat mengemasnya dengan menarik, sampul bukunya yang menarik dan sangat "kekinian",meskipun endingnya tidak disangka-sangka oleh pembaca namun menurut saya cocok untuk mengakhiri permasalahan yang dialami tokoh utama.

Kekurangan buku : mungkin ada beberapa pembaca yang kurang setuju dengan endingnya karena memang tidak disangka-sangka, namun dari pendapat saya pribadi ending itu sudah sesuai dan cocok sebagai anti klimaksnya. 


Hubungi Saya

Telepon :

+628**********

Alamat :

Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur
Indonesia

Email :

fidelnarnia01@gmail.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Resensi Buku "Cinta Tak Kenal Batas Waktu"

Judul : Cinta Tak Kenal Batas Waktu Penulis : Wulan Murti Penerbit : Senja ...